Blog Ini Hanya Cadangan Dari Blog Kami Yang Sesungguhnya WWW.GERAIDINAR.COM

Jumat, 04 Januari 2008

Selamat Bagi Yang Telah Hijrah Ke Timbangan Yang Adil...

Hari-hari ini harga emas Dunia bergejolak sangat tinggi. harga Dinar otomatis juga demikian. Pagi ini harga Dinar di Gerai Dinar mencapai Rp 1,127,650,- harga yang mengejutkan saya sendiri juga.

Penyebabnya banyak antara lain efek tutup tahun yang baru terlewati. Setiap pemerintahan tentu ingin memiliki tampilan yang baik didepan rakyatnya dengan memoles kinerja mata uangnya sehingga nampak kuat di akhir tahun. Begitu akhir tahun terlewati, mereka menurunkan polesan wajahnya sehingga nampak wajah aslinya. Hari-hari inilah wajah asli –blang bonteng-nya mata uang dunia tersebut kelihatan.

Selamat bagi kawan-kawan yang telah mulai berhijrah dari timbangan (yang juga berarti uang) yang semu ke timbangan yang adil – yang tampilannya tidak bisa dan tidak memerlukan polesan.


Namun saya ingin mengingatkan diri saya dan kawan-kawan juga. Ketika kita mulai menggunakan timbangan yang adil (Dinar & Dirham) - kita tidak memerlukan lagi pembanding timbangan yang semu. Jadi kita tidak perlu terlalu gembira dengan harga Dinar kita sekarang dibandingkan dengan Rupiah, Dollar atau mata kertas manapun. Demikian pula sebaliknya, besuk-besuk ketika pemerintahan dunia mulai memoles lagi tampilan mata uang mereka sehingga kelihatan keren – dan emas/Dinar kelihatan lemah – kitapun tidak perlu bersedih. Cukuplah keyakinan kita bahwa kita on the right track dan cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong kita.

Kamis, 03 Januari 2008

Dinar Investment Yield : Mistar Untuk Menilai Hasil Riil Investasi Kita.

Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.

Masalahnya adalah, alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.

Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya ?, lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar ? – tidak mudah bukan untuk mengkaitkannya ?.



Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.

Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/ tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32% terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.

Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvbestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar ini setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.

Jumat, 21 Desember 2007

Posting Baru Di Alamat GeraiDinar.Com Sendiri....

Untuk memudahkan akses Anda, maka per tanggal 1 Januari 2008; posting blog baru GeraiDinar akan langsung ke alamat domain GeraiDinar Sendiri yaitu :www.geraidinar.com.

Wassalam,

Kamis, 20 Desember 2007

Selamat Iedul Adha...Tanggal-Tanggal Liburan

Selamat Iedul Adha bagi kita semua, semoga Allah menerima puasa Arofah kita, sholat kita dan Qurban kita....bagi saudara kita yang lagi beruntung bisa pergi berhaji tahun ini kita doakan agar mereka menjadi haji-haji yang mabrur.

Selama liburan ini kami tidak update blog sampai tanggal 25/12; Insyaallah akan update lagi setelah tanggal 26/12. Transaksi Dinar juga kami liburkan dari hari ini tanggal 20/12 sampai tanggal 01/01/2008.

Transaksi Dinar Insyaallah dibuka kembali tanggal 02/01/2008. Sementara itu layanan sms server untuk mengetahui harga Dinar akan terus diberikan (tidak libur).

Wassalam,


Gerai Dinar

Rabu, 19 Desember 2007

Sebagai Instrumen Investasi, Dinar Emas Hanya Menduduki Peringkat 2 Setelah...

Islam mengajarkan kita untuk selalu jurjur, termasuk ketika kita berdagang. apabila barang dagangan kita cacat atau ada kelemahanpun kita harus memberi tahu ke pembeli atau memudahkan pembeli untuk mengetahui cacat/kelemahan barang dagangan tersebut.

Anda mungkin merasa ini Aneh, karena setiap penjual kecap akan selalu mempromosikan kecapnya sebagai no 1 (yang terbaik) - penjual apapun juga demikian - lihat misalnya di persaingan iklan operator telepon seluler - masing-masing mengklaim dirinya yang terbaik, padahal mereka semua tahu persis bahwa yang no 1 mestinya ya hanya 1, lainnya pasti no 2, 3 dst.

Dalam konteks memperkenalkan jualan yang jujur inilah, dari awal kita ingin memperkenalkan bahwa Dinar sebagai alat investasi hanya menduduki Peringkat 2. Anda kaget ?, begitulah realitanya. Betul bahwa dalam 40 tahun terakhir Dinar atau emas mengalami appresiasi nilai rata-rata 28.73% per tahun terhadap Rupiah; terhadap US$ rata-rata peningkatan nilai 10.12%/tahun dalam kurun waktu yang sama - khusus tahun ini per hari ini (19/12/2007) Dinar/emas mengalami peningkatan nilai 30.44 % dibandingkan nilai Dinar/emas setahun yang lalu. Appresiasi ini tentu sangat jauh dibandingkan dengan hasil deposito Rupiah (rata-rata hanya 7- 6 % bersih pertahun) maupun Dollar (3- 4 % bersih pertahun); namun tetap ada investasi lain yang lebih menarik dari Dinar/emas - apa itu ?.

Investasi yang paling menarik adalah usaha/perdagangan yang berjalan baik. Ambil contoh Anda memiliki usaha perdagangan dengan modal 100 Dinar, setiap minggu Anda berhasil mendapatkan keuntungan 1 % saja dari modal atau 1 Dinar, maka dalam setahun uang Anda telah menjadi 167 Dinar atau peningkatan nilai 67% - mengapa demikian ? , karena setahun ada 52 minggu ditambah efek compound dari hasil yang diinvestasikan kembali.

Meskipun usaha/perdagangan yang berhasil merupakan investasi no 1, Ada prasyarat untuk ini yaitu Anda harus sangat menguasai bisnis atau perdagangan Anda. hal ini menuntut banyak hal mulai dari pengetahuan, pengalaman, disiplin diri, kontrol disamping modal itu sendiri.

Kalau Anda tidak memiliki salah satunya maka Islam memberi banyak solusi. Kalau Anda hanya punya modal tetapi tidak memiliki keahlian berusaha, maka Anda dapat menjadi shahibul mal dan mencari mudharib yang bisa menjalankan usaha yang Anda minati. Kalau Anda hanya memiliki keahlian tetapi tidak memiliki modal, maka Anda dapat menjadi mudharib dan mencari shahibul mal yang sesuai dengan keahlian Anda. Kalau Anda memiliki modal dan keahlian tetapi merasa dua hal ini tidak memadai, maka Anda dapat mencari mitra untuk bersyarikah. Intinya tidak ada alasan untuk tidak mulai merintis usaha.

Ada langkah yang sangat aman dalam merintis usaha ini, dan inilah yang kita lakukan di Gerai Dinar; yaitu menjadikan usaha kita berbasis Dinar. Kita sadari bahwa Dinar hanya no 2 sebagai investasi, dan usahalah/perdagangan sektor riil-lah yang no 1; namun dengan menggunakan Dinar sebagai basis usaha kita (sebaga1 unit account & penyimpan nilai stock) - maka seburuk-buruk hasil usaha ini adalah masih no 2. Ibarat di pertandingan final, juara 2 sudah kepegang - tinggal berjuang keras sedapat mungkin menjadi juara 1 tentunya.

Lebih dari itu Dinar bukan hanya sebagai alat investasi; perpindahan Anda dari uang kertas ke uang Riil berupa Dinar dan Dirham adalah perpindahan dari timbangan yang tidak adil ke timbangan yang Adil. Apapun hasil investasi Anda, jangan menoleh kebelakang kembali atau membandingkan hasil usaha Anda ke timbangan/ukuran yang tidak adil (uang fiat/uang kertas) tersebut. Wallahu a'lam bis showab.